+6285256299878

Blog Signing Blue

Berita tour dan wisata, kunjungan, review, obyek wisata di Indonesia

Image

Divine Diving Konsen Dalam Melakukan Peningkatan Pemahaman Terhadap Wisata Bahari Di Labuan Bajo

Perkembangan pariwisata semakin pesat menjadi tantangan bagi semua pelaku yang terlibat di dalamnya, bukan hanya masyarakat yang menjadi actor atau pemerintah sebagai penentu kebijakan tetapi pelaku wisata juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan, social dan budaya setempat agar tetap terjaga untuk keberlanjutan bisnis perusahaan yang sudah pasti melibatkan tiga aspek tersebut.

Konsep pemahaman  wisata bahari sudah diinisasi oleh WWF Indonesia semenjak tahun 2013 dibawah program Signing Blue, Responsible Marine Tourism dan aktif mulai tahun 2016. Program ini bertujuan untuk membatu para pelaku wisata dalam peningkatan pemahaman wisata bahari agar lebih bertanggung jawab.

Divine Diving salah satu pelaku wisata anggota Signing Blue di Labuan Bajo sudah tergabung semenjak tahun 2018 dan sudah memiliki pemahaman tinggi mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan, sosial dan budaya di tempat kerjannya. Hal ini terbukti dari hasil penilaian tim Signing Blue dan assessor terhadap performa bisnis Divine Diving. Pada penilaian pertama Divine Diving telah menunjukkan kesadaran dan bersedia untuk melakukan kegiatan wisata bahari bertanggung jawab dengan melibatkan pihak-pihak eksternal (pemerintah, komunitas, NGO, tamu dan masyarakat).

Persentase kepatuhan untuk prinsip lingkungan, social ekonomi budaya dan management meningkat dari penilaian tahun pertama ke penilaian tahun kedua. Peningkatan kepatuhan dari tahun pertama ke tahun kedua yaitu sebesar 65% - 99%, Sosial ekomoni Budaya (36%-80%), dan Managemen dari 91- ke 98%.

Pada saat penilaian Signing Blue tahun kedua dilakukan dengan wawancara dan observasi, oberservasi disesuaikan dengan trip Divine Diving. Tim Signing Blue dan assessor mengunjungi 3 tempat penyelaman untuk melakukan penilaian aktivitas tripnya yaitu Batu Bolong, Sebayur Besar dan Manta Point. Selama penyelaman, pemandu selam memahani bagaimana memberikan briefing kepada wisatawan dan mampu menjelaskan kode etik bagaimana berinterkasi dengan satwa yang dilindungi dan mampu mengumpulkan data dan informasi tentang manta ray dan identitas hiu.

Tanggung jawab tidak hanya ditunjukan dalam pemahan terhadap satwa, tapi Divine Diving juga melakukan upaya dalam pengurangan jejak ekologis. Divine Diving sudah meminimalisir penggunaan air dalam semua kegiatan dan menghemat energi dengan menggunakan panel surya di kapal. Divine Diving telah mencantumkan Prosedur Operasional Standar untuk lingkungan, promosi materi pariwisata yang bertanggung jawab dalam konten websitenya dan menerapkan panduan best practices  WWF Indonesia dalam menjalankan bisnisnya.

Divine Diving juga mengajak pihak luar untuk terlibat dalam pemahaman terhadap lingkungan sekitar dengan mampu mepengaruhi mitra untuk bersama-sama menerapkan praktik wisata bahari yang bertanggung jawab dengan mengatur sesi berbagi lokasi pengelolaan kawasan, memfasilitasi pelatihan tentang dampak plastik terhadap hewan laut, mamalia laut yang terdampar, dan aktif dalam pemantauan terhadap Kawasan Taman Nasional Komodo.

Pada prinsip sosial ekomoni budaya, karyawan khususnya penyelam telah menerapkan praktik terbaik dengan mempromosikan tujuan wisata dan menghormati budaya lokal setempat. Praktik terbaik lainnya, mereka mampu bekerja sama dengan mitra lokal dan merekomendasikan toko-toko lokal, agen perjalanan, hotel dan bisnis pendukung lainnya melalui situs web Diving Diving, bahkan Divine Diving juga membantu komunitas lokal dengan menjual kerajinan tangan lokal dan membeli operasional perusahaan dari masyarakat lokal.

Signing Blue menargetkan Diving Diving dapat mencapai starfish 5 yaitu sepenuhnya konsen dalam keberlangsung dan pemahaman wisata bahari baik internal maupun ekternal bersama dengan mitra.